Gerakan Menabung Sebagai Budaya Baru: Peringatan Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) Kabupaten Klaten Tahun 2025 dan Launching EKI di Desa Jarum Bayat Klaten
KLATEN-BAGIAN PEREKONOMIAN & SDA NEWS –22 Agustus 2025 – Udara pagi di Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, terasa sejuk dan penuh semangat. Dalam Rangka mendukung Program Kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Klaten Tahun 2025. Di Joglo Homestay Mojoarum, alunan musik tradisional menyambut kedatangan para tamu undangan yang terdiri dari warga sekitar dan pelajar. Mereka berkumpul pada hari Jumat, 22 Agustus 2025, untuk memperingati Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) tahun 2025 dan Launching EKI desa Jarum Bayat. Acara ini bukan hanya sekadar seremoni, melainkan sebuah manifestasi nyata dari komitmen pemerintah daerah untuk menanamkan budaya menabung sejak dini.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Bupati Klaten. Beliau menyampaikan pentingnya literasi keuangan dan peran menabung dalam membangun masa depan yang lebih baik. “Menabung bukanlah soal berapa banyak uang yang kita miliki, tetapi tentang kebiasaan dan kedisiplinan. Ini adalah langkah awal untuk meraih kemandirian finansial dan kesejahteraan,” tegasnya. Pesan ini disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta, terutama para pelajar yang akan menjadi agen perubahan di masa depan.
Suasana semakin meriah dengan berbagai rangkaian acara yang edukatif dan menghibur. Ada sesi edukasi tentang pengelolaan keuangan pribadi yang disampaikan dengan bahasa sederhana, mudah dipahami oleh semua kalangan. Para pelajar juga antusias mengikuti kuis interaktif seputar menabung, di mana mereka dapat memenangkan berbagai hadiah menarik. Acara ini berhasil menciptakan suasana yang menyenangkan sehingga menabung tidak lagi dianggap sebagai beban, tetapi sebagai kegiatan yang positif dan menguntungkan.
Peringatan Puncak HIM dan Launching EKI di Desa Jarum ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Klaten. Dengan menggandeng berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, lembaga keuangan, hingga masyarakat itu sendiri, gerakan menabung diharapkan dapat menjadi budaya baru yang mengakar kuat. Para peserta pulang membawa semangat baru, bekal pengetahuan, dan tekad untuk memulai atau melanjutkan kebiasaan menabung. Sebab, sejatinya, setiap rupiah yang disimpan hari ini adalah investasi berharga untuk masa depan yang lebih cerah.
What's Your Reaction?






